Tangisan Ibunda Usai Tonton Video Pria Difabel Dilecehkan 2 Remaja Putri

April 29, 2018 - tonton

Identitas dua remaja putri ini juga belum terungkap. Namun, aksi tak senonoh mereka berdua dikecam banyak warganet.

Katarina Bell Dima, warga Kelurahan Kelapa Lima, Kota Kupang, mengatakan apa yang dilakukan kedua remaja ini sudah berlebihan. Korban sebagai difabel seharusnya dihargai, bukan dilecehkan.

“Seharusnya bikin contoh yang baik untuk perempuan di Kota Kupang, apalagi anak-anak muda seperti mereka ini, seharusnya memikirkan masa depan mereka. Lebih bagus proses hukum, sehingga ada efek jera,” katanya.

Tidak hanya masyarakat, video dugaan pelecehan seksual itu pun dikecam Handicap International. NGO yang bergerak khusus bagi kaum disabilitas ini menilai, aksi tak terpuji itu sangat merendahkan harga diri kaum disabilitas.

Project Manager Advocasting for Change Handicap International, Singgih Purnomo, mengatakan, konteks sosial masyarakat masih memandang penyandang disabilitas sebelah mata.

Pelecehan seksual merupakan kondisi yang kerap terjadi dan dialami oleh penyandang disabilitas. Hal ini dikarenakan masyarakat secara umum belum memahami secara baik tentang disabilitas.

“Kita sekarang punya payung hukum yang jelas, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang hak penyandang disabilitas, di mana di dalam undang-undang ini pemerintah menjamin hak penyandang disabilitas dalam berbagai aspek kehidupan,” kata Purnomo kepada Liputan6.com, Kamis, 26 Apr 2018.

Termasuk, memastikan para penyandang disabilitas itu mendapatkan perlindungan hukum. “(Terutama) ketika mereka mengalami kekerasan seksual seperti ini,” imbuhnya.

 2 Remaja Putri Akhirnya Ditangkap

Perkembangan terbaru, keluarga dari pria penyandang difabel kemudian melaporkan dua remaja putri yang diduga melakukan pelecehan seksual. Kedua pelaku akhirnya berhasil ditangkap polisi.

Seperti ditayangkan Patroli Indosiar, Sabtu, 28 Apr 2018, L seorang penyandang difabel yang berprofesi sebagai tukang parkir di salah satu rumah makan di Kupang, akhirnya membuat laporan ke polisi.

Korban bersama keluarga yang langsung memberi keterangan beserta barang bukti video. Sementara itu, kurang lebih dari dua jam, dua remaja putri berinisial SR dan SI dibawa aparat Satuan Reskrim Polresta Kupang Kota untuk diinterogasi.

Sementara itu, menurut Kasat Reskrim Polresta Kupang Kota, AKP Pinten Bagus, pelaku akan dikenakan Pasal 281 KUHP tentang perbuatan asusila yang dilakukan di muka umum. Selain itu, polisi akan mendalami kasus dengan memeriksa saksi lain. Seperti yang melakukan perekaman serta menyebarkan video tersebut ke media sosial.

More tonton ...

› tags: tonton /