PT GTS Hukum Jakmania Tonton Pertandingan Tanpa Atribut

June 30, 2016 - tonton

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktur Utama PT Gelora Trisula Semesta (GTS) Joko Driyono menegaskan pihaknya menghukum Jakmania (suporter Persija) menonton pertandingan tanpa atribut. Hal itu diungkapkan Jokdri, sapaannya, saat menggelar jumpa pers di kantor PT GTS, Kuningan, Jakarta, Rabu 29 Juni.

“Apa joke yang berhubungan dengan asosiasi Jakmania seperti atribut, yel yel, dan terkait lainnya, tidak diperbolehkan memasuki stadion hingga akhir kompetisi,” kata Joko Driyono dilansir Antara.

Namun apabila masyarakat ingin menonton pertandingan secara langsung di stadion tetap diperbolehkan, asalkan mematuhi aturan hukuman tersebut. Keputusan itu mengacu kepada hukuman yang pernah diberikan bagi suporter tim lain seperti Aremania pada 2013.

Ia juga menjelaskan hal itu sudah menjadi keputusan dari Komisi Disiplin Torabika Soccer Championship (TSC).
Ke depannya, PT GTS akan lebih intensif dalam mendidik suporter dengan cara bekerja sama dengan aparat ataupun menggelar diskusi yang lebih fokus pada sikap pendukung.

Sebelumnya, Sriwijaya FC dipastikan menang 3-0 atas Persija Jakarta meski pertandingan dihentikan menit ke-81 akibat terjadi kerusuhan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat 24 Juni lalu. Kerusuhan itu  melibatkan Jakmania dan aparat keamanan yang menjaga jalannya pertandingan.

Dampak kerusuhan tersebut, beberapa aparat dan Jakmania mengalami luka dan harus menjalani perawatan. Saat pertandingan dihentikan, Laskar Wong Kito sedang unggul 1-0 dari tim tuan rumah lewat tendangan bola mati Hilton Moreira menit ke-65.

Kondisi tersebut membuat tensi di dalam stadion memanas dan sempat terjadi penerobosan oleh oknum Jakmania ke dalam lapangan. Kerusuhan itu joke menjadi perhatian pemerintah yang langsung menggelar rapat terpadu melibatkan Kepolisian, PT GTS, PSSI, manajemen Persija di Kantor Kemenpora yang dipimpin langsung Menpora Imam Nahrawi.

Beberapa keputusan di dapat dalam rapat tersebut, mulai dari rekomendasi Jakmania beratribut dilarang mendukung Persija hingga kompetisi berakhir, serta Persija yang dilarang bertanding dengan dukungan suporter pada enam laga (kandang dan tandang) mulai 3 Juli.

Selain itu, PT GTS dan Persija diharapkan bertanggung jawab atas kerugian materiil dampak kerusuhan, termasuk bertanggung jawab atas pembiayaan korban yang saat ini dirawat di rumah sakit.

Meski terjadi kerusuhan yang mengakibatkan jatuhnya korban, kompetisi yang diikuti 18 klub ini tetap berjalan sesuai dengan jadwal. Hal tersebut dilakukan karena permintaan untuk tetap digulirkan kompetisi TSC ini cukup besar. (ANT)

(REN)

More tonton ...

› tags: tonton /