PBB Larang Anak Kecil Tonton Atraksi Matador

February 9, 2018 - tonton

NEW YORK, KOMPAS.com – Sebuah komite di bawah PBB memberikan himbauan kepada Spanyol agar melarang anak-anak datang menonton atraksi pertarungan banteng.

Seperti diwartakan The Guardian Kamis (8/2/2018), Komite Perlindungan Hak Anak (CRC) juga mendesak agar anak di bawah usia 18 tahun dilarang masuk ke sekolah Matador.

Anggota CRC, Gehad Madi berkata, komite sudah menggelar pertemuan dengan delegasi Spanyol.

Dalam keterangannya, Spanyol mengatakan regulasi tentang Matador diatur berdasarkan kawasan masing-masing.

Baca juga : Meski Leher Sobek Tertancap Tanduk, Matador Ini Tetap Berlaga

Namun, secara umum, setiap anak yang berusia lebih dari 14 tahun diperbolehkan untuk belajar tentang adu banteng di sekolah Matador.

Madi menyatakan, CRC begitu khawatir akan adanya laporan tentang kecelakaan yang menimpa anak-anak di 55 sekolah Matador seantero Spanyol.

Karena itu, CRC kemudian mendesak agar Spanyol menerbitkan aturan bahwa yang berhak menjadi penonton, atau mendapat pelajaran sebagai Matador adalah mereka yang berusia 18 tahun atau lebih.

“Hal ini kami lakukan agar mencegah efek merusak yang ditimbulkan atraksi adu banteng bagi anak-anak,” ujar CRC dalam keterangannya.

Madi melanjutkan, atraksi Matador dikategorikan sebagai bentuk “kekerasan ekstrem” yang membuat anak-anak harus dilindungi.

“Sebagai komite, kami sangat serius memperhatikan perlindungan anak dari adegan semacam itu,” kata Madi dikutip dari El Diario.

The Guardian melansir, Spanyol dalam pernyataannya berkata bakal mempertimbangkan himbauan itu.

Sebelumnya, Regional Catalonia telah melarang atraksi Matador pada 2010. Namun, aturan itu dianulir Mahkamah Konstitusi Spanyol di 2016.

Dalam pernyataannya, Mahkamah Konstitusi menyebut Matador merupakan bentuk ekspresi dari warisan kebudayaan bangsa.

Baca juga : Dalam 12 Bulan Dua Matador Spanyol Tewas di Dalam Arena

More tonton ...

› tags: tonton /